Keluarga kokoh menghasilkan anak-anak yang kokoh. Keluarga memiliki berbagai bentuk dan jumlah anggota, dan kebanyakan untuk satu alasan atau alasan lainnya, hanya punya satu orangtua. Namun jika anda punya pasangan, kualitas hubungan anda dengan pasangan akan memberi dampak besar terhadap anak anda. Hubungan orang tua adalah inti dari keluarga anda. Jadi jika hubungan itu adalah medan perang/penuh pertengkaran yang tak berhenti, ini akan memberi efek yang merusak pada anak anda
Jika anda punya pasangan, cara anda bergaul dengannya akan memberi pengaruh yang dalam pada anak-anak anda. Jika anda dan pasangan anda terus bertengkar misalnya, hampir pasti itu memberi pengaruh pada prestasi anak laki-laki atau perempuan anda disekolah. Jelas mustahil bagi mereka untuk berkonsentrasi pada pelajaran atau pekerjaan rumah jika mereka mencemaskan barang-barang yang pecah berantakan dirumah. Terlebih lagi kemungkinan besar mereka merasa harus dipersalahkan atas segalanya. Kecemasan serta rasa bersalah tidak memotivasi anak-anak untuk berprestasi baik disekolah. Namun yang perlu mereka tahu adalah sesulit apapun dunia, rumah mereka menyenangkan dan kokoh.
Ketika anak-anak melihat orangtua mereka bertengkar, hal yang alamiah bagi mereka bila mulai bertanya-tanya apakah orang tua mereka masih tetap mencintai mereka. Bagaimanapun juga, jika anda tidak lagi saling mencintai, mengapa anda harus berhenti mencintai anak? Tentu saja sebagian besar orang tua yang bercerai atau berpisah tidak boleh berhenti mencintai anak-anak mereka. Namun ini tidak benar-benar jelas bagi anak-anak yang terlibat.