Laman

Tampilkan postingan dengan label negatifisme anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negatifisme anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Berpikir dan Bersikap Positif


Wahai anak Adam, sejatinya dirimu hanyalah potongan-potongan masa, jika berlalu satu hari maka lenyap pula sebagian (diri) mu (Al-Hasan Al-Basri).

Ketika anda telah mengenal Alloh Subbhana wa Ta’ala, membenarkan janji-Nya dan menyadari betapa pendeknya umur, maka wajib untuk tidak menyia-nyiakan umur yang singkat ini. Sesungguhnya jiwa ini jika hanya berhenti pada suatu aktivitas saja (kemudian menganggur) niscaya akan mengalami penyimpangan. Merupakan kebijakan jika sesorang beralih dari satu amal kebaikan kepada amal kebajikan yang lain.

Sejak Matahari terbit hingga waktu dhuha yakni: Tiga jam dari bagian waktu siang: Sholat Dhuha: Mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan manusia seperti menengok orang sakit, mengantarkan jenazah, menghadiri majlis ilmu (belajar), atau mencukupi kebutuhan seorang muslim. Jika sama sekali tidak melakukan itu, sibukkanlah dengan membaca Al-Qur’an atau Dzikir.

Jumat, 29 April 2011

Perkembangan Bayi Bulan 12


Makanan. Banyak keanehan umumnya terjadi pada masa ini: Seorang anak mungkin saja benar-benar menolak makanan yang 6 minggu sebelumnya dia lahap dengan nikmat. Dietnya dapat terdiri dari makan pagi yang baik, makan siang yang tidak terlalu baik, dan tidak makan malam sama sekali.
Tindakan paling bijak pada saat ini kemungkinan adalah untuk membiarkan si bayi memuaskan dirinya sendiri. Tak seorangpun anak akan sanggup kelaparan sampai membahayakan dirinya bila diberikan makanan yang baik dan cinta kasih. Seperti disebutkan dalam bulan ketujuh, seorang anak akan mendapat gizi yang cukup dengan diet yang kelihatannya sedikit.
Negatifisme. Negatifisme pada tahun kedua dimulai dengan gencar pada kebanyakan anak, dan merupakan perilaku yang mengherankan. Seorang anak yang benar-benar aktif mungkin mulai rewel pada malam hari dan berteriak tanpa dapat diredam ketika dihadapkan dengan keputusan yang paling sederhana sekalipun, seperti apakah akan memakan sepotong buah.