Laman

Tampilkan postingan dengan label otak anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otak anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Merangsang Kecerdasan Anak


Untuk merangsang kecerdasan anak, orang tua dapat menstimulasi anak melalui permainan. Itu cara mudah mengajarkan anak dalam mengenalakanya berbagai macam yang dia ingin dan perlu tahu dan bisa merangsang daya otak anak dan bisa buat kecerdasan. Ada beberapa permainan yang dapat menstimulasi kecerdasan anak, antara lain:
1.    Awalnya anak diperkenalkan dengan mainan yang sederhana seperti boneka biasa dengan bebagai warna dan bentuk. Tapi pilihlah boneka yang lembut bukan yang keras ,karena anak akan suka memegangnya atau memeluknya.
2.    Berikan anak mainan yang dapat dibentuk sesukanya (open ended) seperti kubus atau lego. Apabila anak tersebut mulai senang membongkar atau otak-atik barang, ya alangkah bagusnya memberikan lego atau jenis mainan yang bisa dibongkar pasang, karena mainan tersebut bisa merangsang kecerdasan anak dan buat dia menjadi anak kreatif,karena mainanitu sangat menarik dengan berbagai macam warna dan gambar juga dia menciptakan sesuai dengan apa yang dia inginkan.
3.    Rangsang kemampuan komunikasi serta kreativitas anak, orangtua dapat ikut bermain dan mendampingi anak. Karena dengan apa yang diciptakan atau buat dalam bermainan, sebagai orangtua mencoba ikut dalam bermain dan medampingi,gunanya bisa bertanya atau menjelaskan apa yang sedang dibuat dan fungsinya apa,sehingga si anak bisa mengetahui hal-hal yang baru. Sebab daya hayal anak semakin tahun dan semakin berkembang sesuai dengan apa yang dia lihatnya. Jadi orangtua juga ikut andil dalam membantu keinginannya dalam menjelaskannya, diluar tempat dia sekolah.
4.    Memberikan anak mainan yang bisa ikut berkembang sesuai usia anak tersebut, karena anak itu cenderung atau gampang merasa bosan. Kalau bisa dicarikan mainanyang bisa juga mengikuti perkembangan dan tahan lama dan bisa menciptakan berbagai macam mainan atau juga musik.

Selasa, 07 Juni 2011

BAYAKAN PERKEMBANGAN OTAK


Anggapan yang beredar di kalangan masyarakat bahwa membiarkan anak menangis beberapa lama akan menguatkan jantung bayi sehingga banyak orang tua yang membiarkan si kecil menangis begitu saja. Saat bayi baru mulai menangis, ada orangtua yang terkadang membiarkannya dulu baru setelah itu menolongnya. Tetapi bayi yang sering dibiarkan menangis terlalu lama bisa memiliki masalah dalam pengembangan otaknya.

Menurut Penelope Leach, seorang pakar kesehatan anak menemukan bayi atau anak yang tertekan berkali-kali dan dibiarkan menangis lama berisiko mengembangkan masalah di kemudian hari.

Studi membuktikan otak bayi yang dibiarkan menangis untuk jangka waktu lama, berisiko mengalami kerusakan dalam perkembangannya yang dapat mengurangi kapasitasnya untuk belajar. Ini bukan sekadar pendapat, tapi sebuah fakta bahwa membiarkan bayi menangis berpotensi merusak otaknya. Jadi mengapa harus mengambil risiko seperti itu?.