Laman

Tampilkan postingan dengan label berbakti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbakti. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Nafas Kehidupan

Ketika Aku Tua
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku......
Ketika pakaianku terciprat sup,
ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar,
bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil,
aku selalu mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur..
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa"darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, bersabarlah dengan aku,
seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhinggauntukmu.

Pesan:
Hormati Ayah dan Ibumu sebelum mereka meninggalkan anda dengan kedukaan yang mendalam.

AYO BERBAKTI PADA ORANG TUA

Seorang laki-laki mendatangi Umar bin Khaththab, Ia memberi tahu Umar bahwa ibunya telah lumpuh. Ia selalu menggendongnya ke kamar kecil dan merawatnya. Hal itu Ia tanyakan kepada Umar. "Apakah dengan hal itu aku telah memenuhi haknya...? Umar menjawab " Belum " Orang itu bertanya lagi. "Mengapa....?" Umar menjawab, karena kamu merawatnya, namun kamu mengharapkan kematiannya, sedangkan ibumu dulu merawatmu dan Ia mengharapkanmu tetap hidup.

Inilah potret sekilas prilaku anak merawat orang tuanya dan sebaliknya. Bedanya sangat-sangat jauh, bahkan hanya dengan beberapa kali berbuat baik kepada orang tua, si anak sudah sangat berjasa.

Padahal, ketika Ibnu Umar di tanya oleh seorang anak yang mengendong ibunya yang lumpuh selama sebulan saat berhaji: apakah dengan hal itu aku telah memenuhi haknya...? Ia menjawab " Demi Allah, belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu.."

Nah, sudahkan kita berbakti kepada kedua orang tua kita...? Sudahkah bakti kita selama ini cukup untuk membayar pengorbanan mereka kepada kita...?
Mari kita temukan jawabannya.... supaya kita tidak termasuk orang yang merugi...!
Rasulullah SAW bersabda "Alangkah rugi.....alangkah rugi..alangkah rugi" Dikatakan "Siapakah dia wahai Rasulullah...? Beliau menjawab " Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya ketika telah lanjut, tetapi ia tidak masuk surga karenanya" (HR. Muslim)