Laman

Tampilkan postingan dengan label orangtua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orangtua. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Orang Tua Teladan Bagi Anak

Setiap orang tua diberi tanggung jawab besar, keistimewaan luar biasa, serta anugerah karena menjadi teladan yang menentukan hidup, bahkan mungkin membentuk seseorang yang suatu hari nanti akan menjadi orang tua juga. Sudah pasti, cara kita menjadi orang tua anak kita adalah satu-satunya faktor terpenting dalam menentukan masa depan mereka. Ingatlah selalu bahwa suatu hari nanti mereka akan bercermin dan menyadari betapa mereka sangat mirip dengan Anda.

Semua orang tua adalah teladan. Satu-satunya pertanyaan adalah, teladan macam apa kita? sebaik apa tugas yang sedang kita lakukan?

Ingat!
1.         Orang tua memasang fondasi kehidupan anak-anak mereka.
2.         Anak-anak anda dipengaruhi oleh seseorang atau sesuatu sepanjang hari setiap hari
3.       "Lakukan seperti yang kukatakan, bukan seperti yang kulakukan" tidak akan berguna. Anda adalah teladan untuk anak anda

Rabu, 11 Mei 2011

Nafas Kehidupan

Ketika Aku Tua
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku......
Ketika pakaianku terciprat sup,
ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar,
bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil,
aku selalu mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur..
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa"darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, bersabarlah dengan aku,
seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhinggauntukmu.

Pesan:
Hormati Ayah dan Ibumu sebelum mereka meninggalkan anda dengan kedukaan yang mendalam.

AYO BERBAKTI PADA ORANG TUA

Seorang laki-laki mendatangi Umar bin Khaththab, Ia memberi tahu Umar bahwa ibunya telah lumpuh. Ia selalu menggendongnya ke kamar kecil dan merawatnya. Hal itu Ia tanyakan kepada Umar. "Apakah dengan hal itu aku telah memenuhi haknya...? Umar menjawab " Belum " Orang itu bertanya lagi. "Mengapa....?" Umar menjawab, karena kamu merawatnya, namun kamu mengharapkan kematiannya, sedangkan ibumu dulu merawatmu dan Ia mengharapkanmu tetap hidup.

Inilah potret sekilas prilaku anak merawat orang tuanya dan sebaliknya. Bedanya sangat-sangat jauh, bahkan hanya dengan beberapa kali berbuat baik kepada orang tua, si anak sudah sangat berjasa.

Padahal, ketika Ibnu Umar di tanya oleh seorang anak yang mengendong ibunya yang lumpuh selama sebulan saat berhaji: apakah dengan hal itu aku telah memenuhi haknya...? Ia menjawab " Demi Allah, belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu.."

Nah, sudahkan kita berbakti kepada kedua orang tua kita...? Sudahkah bakti kita selama ini cukup untuk membayar pengorbanan mereka kepada kita...?
Mari kita temukan jawabannya.... supaya kita tidak termasuk orang yang merugi...!
Rasulullah SAW bersabda "Alangkah rugi.....alangkah rugi..alangkah rugi" Dikatakan "Siapakah dia wahai Rasulullah...? Beliau menjawab " Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya ketika telah lanjut, tetapi ia tidak masuk surga karenanya" (HR. Muslim)

Senin, 18 April 2011

Perkembangan Bayi Bulan 3

Ini sering menjadi titik peralihan ajaib dalam perkembangan bayi. Sesuatu terjadi dalam sistem saraf bayi yang tampaknya menggantikan kebutuhannya menangis. Bayi memperoleh kemampuan berinteraksi dengan dunia dengan cara lain. Pentingnya tahap pencapaian ini ditekankan oleh fakta bahwa inilah usia ketika anak-anak, yang dipelihara dalam institusi dan tanpa mendapatkan rangsangan yang memadai, mulai memperlihatkan tanda-tanda kehilangan sesuatu.
Komunikasi. Bayi berusia 3 bulan mulai meraih segala sesuatu dengan kedua tangannya dan bukannya menangis lagi. Seluruh tubuhnya mungkin ikut merasakan kegembiraan karena melihat orang tertawa; bayi ini mungkin mendekut, menendang, dan meraih semuanya sekaligus. Bayi pada usia ini mungkin merengek pada waktu lapar, dan tidak lagi menangis, dan mungkin bahkan sanggup menunggu selama beberapa menit. Kemampuan menunggu untuk mendapatkan ganjaran/imbalan ini merupakan tahap penting, yang memperlihatkan tingkat pengertian dan kepercayaan yang belum terlihat pada bayi yang lebih muda.
Minum susu. Minum susu juga akan menjadi saat yang menyenangkan. Sampai sekarang, minum susu merupakan waktu yang paling dapat dipahami, dan bayi mungkin memindahkan mulutnya dari puting susu ibunya untuk mengamati apa yang sedang terjadi di ruangan itu. Banyak orang tua mulai ingin tahu dalam bulan ketiga ini kapan memberikan makanan yang lebih keras. The American Academy of Pediatrics menganjurkan untuk menunda pemberian makanan keras sampai suatu saat antara bulan keempat dan keenam. Bagi seorang bayi, makanan keras dianggap sebagai sesuatu yang diberikan dengan sendok termasuk semua makanan bayi yang dihancurkan ・sereal, buah-buahan, daging, atau sayuran ・yang dapat dibeli dalam botol atau disiapkan dengan menggunakan blender. Karena bayi memakannya dengan sendok, memakan makanan ini membutuhkan tingkat koordinasi saraf tertentu, suatu tingkat yang oleh beberapa bayi telah dilalui pada usia tiga bulan. Sejauh ini, sebagian besar masih pada tahap menyedot dan sama sekali tidak tahu bagaimana menggunakan lidahnya guna menelan makanan dari sendok. Sayangnya, pengenalan makanan keras sering ditanggapi dengan salah oleh orang tua sebagai sejenis tahap utama dalam perkembangan, dan persaingan pada orang tua mungkin tumbuh dalam hal bayi siapa yang makan makanan keras terlebih dahulu. Jenis persaingan ini sebenarnya hanya untuk menguntungkan orang tua, bukan anak itu sendiri, dan sebaiknya dihindari.
Makanan keras sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam botol, karena makanan ini dapat menyebabkan bayi tersedak. Pun tidak boleh makanan keras dicampur dengan susu, karena hal ini akan menaikkan jumlah kalori dan mungkin akan menjadi titik awal kegemukan di kemudian hari. Langkah terbaik ialah menunggu sampai bayinya siap menelan makanan dari sendok.