Laman

Tampilkan postingan dengan label sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sex. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2011

Surat Anak yang Diaborsi


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Teruntuk Bundaku tersayang...

Dear Bunda...
Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Jumat, 24 Juni 2011

Masturbasi


Lebih dari 95 persen pria dan 89 persen wanita mengaku pernah dan sering melakukan masturbasi. Diakui atau tidak, namun itu adalah hasil survey yang dilakukan Webmd, sebuah website kesehatan yang dikelola para dokter.

Masturbasi adalah merangsang alat kelamin sendiri untuk memperoleh kenikmatan seksual umumnya berhasil mencapai klimak orgasme. Sebagian caranya adalah dengan menyentuh, meremas dan meminjat penis atau klitoris. Tidak sedikit wanita menggunakan alat seks seperti vibrator untuk merangsang vagina.

Masturbasi dianggap sebagai pengalaman seks pertama. Anak-anak kecil secara tidak sadar melakukan masturbasi ketika keasyikan menyentuh alat kelamin yang sebenarnya merupakan bagian dari proses mengenali tubuh. Sebagian besar kemudian melanjutkan masturbasi hingga usia dewasa.
Perilaku ini merupakan cara yang baik untuk melepaskan hasrat seks yang seringkali muncul tiba-tiba atau yang telah lama mengendap. Seperti pada orang yang tidak mempunyai pasangan atau sedang tidak bersedia untuk bercinta.

Masturbasi dianggap sebagai alternatif seks yang aman jika ingin menghindari kehamilan atau mencegah sebaran penyakit kelamin menular.

Demikian pula pada pria yang harus memberikan sampel sperma untuk keperluan pemeriksaan kesuburan atau donasi. Untuk yang mempunyai masalah disfungsi seksual pada usia dewasa, masturbasi disarankan terapis untuk mendapatkan orgasme (umumnya pada perempuan) dan menunda atau memperpanjang ketibaan ejakulasi pada pria.

Selain itu masturbasi dianggap mampu memperbaiki kesehatan seksual dan hubungan dengan pasangan. Dengan menjelajah tubuh sendiri setidaknya akan mengetahui titik-titik sensitif yang pada saatnya akan dibagi dengan pasangan.

Beberapa agama dan budaya mengolongkan masturbasi sebagai dosa karena dikhawatirkan akan mengarah ke perilaku seks yang memalukan. Terlepas sudut pandang penilaian dan masalah mental, masturbasi adalah perilaku seks normal, sehat, menyenangkan dan aman. Namun menjadi masalah apabila dijadikan alasan untuk menendang pasangan, melakukan masturbasi di depan umum, menganggu kenyamanan orang lain, dan menyebabkan kehidupan sehari-hari berantakan.